TOMBAKJATIM.com
KOTA MOJOKERTO — Polres Mojokerto Kota mengakhiri tahun 2025 dengan menyampaikan capaian kinerja melalui Konferensi Pers Akhir Tahun. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto dan dihadiri unsur pimpinan serta media.
Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota berada dalam kondisi terkendali, ditandai dengan menurunnya sejumlah indikator gangguan kamtibmas.
Tipiring dan Penyakit Masyarakat Alami Penurunan
Salah satu capaian signifikan adalah turunnya kasus tindak pidana ringan (tipiring). Data menunjukkan penurunan dari 892 kasus pada 2024 menjadi 601 kasus di 2025.
Penurunan paling besar terjadi pada konvoi dan balap liar, peredaran miras ilegal, pelanggaran asusila, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Namun demikian, Kapolres mengakui adanya peningkatan kasus meminta-minta di ruang publik yang akan menjadi perhatian khusus ke depan.
Ribuan Botol Miras Ilegal Disita
Dalam operasi penertiban sepanjang tahun, Polres Mojokerto Kota berhasil menyita 1.323 botol minuman keras ilegal, terdiri dari arak Bali, arak Jawa, dan berbagai merek lainnya dengan total volume lebih dari 2 ribu liter.
Kriminalitas Umum dan Kasus Menonjol
Selama 2025, tercatat 233 laporan kriminalitas, dengan 104 kasus berhasil diungkap dan diselesaikan. Kasus yang ditangani meliputi penipuan, perjudian, curat, curanmor, kejahatan ITE, hingga perlindungan anak.
Narkoba Naik, Penindakan Diperkuat
Pengungkapan kasus narkoba mengalami peningkatan. Satresnarkoba menangani 120 perkara dengan 147 tersangka, meningkat dari tahun sebelumnya. Barang bukti yang diamankan mencakup sabu, pil Double L, ekstasi, serta psikotropika.
Lalu Lintas: Teguran Simpatik Lebih Dominan
Di sektor lalu lintas, Polres Mojokerto Kota mengedepankan pendekatan humanis. Sepanjang tahun, tercatat 18.062 teguran simpatik, disertai penindakan berupa tilang manual dan elektronik.
Jumlah pelanggaran yang ditangani mencapai 23.390 kasus, sementara angka fatalitas kecelakaan justru menurun.
Kapolres menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menjadi dasar evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian pada 2026.
Jurnalis Johanes

