Tombakjatim
Mojokerto 28/12/2025
Bertempat di Desa Pandanarum Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto Puji Samtoyo,SH Selaku Sekjen Harimau Mojokerto Nusantara (HMN) dan Penasehat Persatuan Kepala Desa (PKD) Endik Sugianto adakan jumpa pers Pada Minggu 28 Desember 2025 sore sekira pukul 16:00 Wib
Dalam Kesempatan itu di beberapa statement nya Samtoyo Menilai gerakan aksi demo Pamong Mojopahit yang diakomodir oleh PKDI dinilai penuh kebohongan .
dijelaskan nya pada 19 September 2025 ada surat dari pak Tatang Mahendra yang membuat kemelut hampir di seluruh Pemerintahan desa Kabupaten Mojokerto
"Usai menerima surat dari pak Tatang Kemudian dilakukan Audensi dan telah disepakati bersama,Namun setelah keluar bicaranya lain,malah ngajak demo,demo gerakan Pamong Mojopahit yang diakomodir PKDI"Terangnya
“Jadi sudah jelas,Siltap mereka tidak dikurangi. Demo kemarin adalah kebohongan besar yang dilakukan oknum Kepala Desa dan Perangkat Desa.Jika Siltap mereka merasa kurang di tahun 2025 kenapa tidak ada demo di tahun 2024,” tegasnya.
Ditegaskannya, demo kemarin bertujuan tidak membangun.Demo yang tidak sesuai dengan visi Mojokerto maju, adil, dan makmur.
“Demo kemarin merupakan aksi solidaritas yang tidak berdasar dan tidak sesuai dengan komitmen bersama,” tandasnya.
Lebih jauh dikatakannya, peningkatan kapasitas di Kabupaten Mojokerto sia-sia. Banyak Kepala Desa dan perangkat desa yang tidak bisa memahami isi surat Sekda Kabupaten Mojokerto terkait pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2026.
“Motif Gerakan Pamong Majapahit adalah suatu ketololan yang dibalut solidaritas. Sudah jelas regulasinya, hak-hak mereka tidak dikurangi termasuk Siltap. Harusnya sebelum demo itu harus punya tujuan yang jelas,” tuturnya.
Masih kata Samtoyo, surat dari Sekda Kabupaten Mojokerto terkait ADD bakal pihaknya cetak di seluruh Kantor Desa di Kabupaten Mojokerto agar mereka tau kalau Siltap tidak ada pengurangan.
“Sudah waktunya masyarakat bersatu padu untuk mewujudkan Mojokerto maju, adil, dan makmur,” ajaknya.
Kemudian untuk Paguyuban Kepala Desa (PKD) Kabupaten Mojokerto, harapannya PKD bisa memberikan statement bahwa masih ada kepala Desa di Kabupaten Mojokerto yang cerdas dan punya nalar,” ujarnya.
Masih kata Samtoyo, tentunya aspirasi ini bakal menjadi bahan baginya untuk menyampaikan ke Pemda agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah.
Sementara itu ditempat yang sama,Penasihat PKD Kabupaten Mojokerto, Endik Sugianto menuturkan, demo kemarin seolah-olah membunuh karakter Bupati Mojokerto. Kalau masih ada demo lagi berarti ada muatan politik.
“Saat ini, Ketua PKD Kabupaten Mojokerto masih umroh. Saya sebagai penasihat PKD Kabupaten Mojokerto menyatakan PKD akan selalu berada di belakang Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. Niatnya kami untuk memajukan Mojokerto maju, adil, dan makmur,”tuturnya. (Johanes)

